My Followers

Tuesday, March 31, 2009

Mengenal Anak hyperaktif

1. Apa Itu Anak Hiperaktiv?

Anak hiperaktiv adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain dysfunction syndrome.

Apa Itu Gangguan Hiperkinetik atau GPPH/ADHD ?

Gangguan hiperkinetik adalah gangguan pada anak yang timbul pada masa perkembangan dini (sebelum berusia 7 tahun) dengan ciri utama tidak mampu memusatkan perhatian, hiperaktiv dan impulsif. Ciri perilaku ini mewarnai berbagai situasi dan dapat berlanjut hingga dewasa.

Apakah Ada Ciri-ciri Lain Yang Menyertai Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD) ?
Ciri-ciri lain yang sering menyertai gangguan hiperkinetik adalah :

 Kemampuan akademik tidak optimal
 Kecerobohan dalam hubungan sosial
 Kesembronoan dalam menghadapi situasi yang berbahaya
 Sikap melanggar tata tertib secara impulsif

Bilamana Anak Disebut Menderita Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD)?

 Mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, mendengarkan guru dan permainan.
 Hiperaktivitas, selalu bergerak dan tidak bisa tenang
 Impulsivitas, melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu

Berbagai Tipe Hiperkinetik atau GPPH/ADHD :

 Tipe sulit konsentrasi
 Tipe hiperaktiv - impulsiv
 Tipe kombinasi

Apa Akibatnya Bila Anak Menderita Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD)?

 Anak tidak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik
 Anak sering tidak patuh terhadap perintah orang tua
 Anak sulit didisiplinkan

Apabila Gangguan Hiperkinetik (ADHD) Tidak Diobati maka akan :
Menimbulkan hambatan penyesuaian perilaku sosial dan kemampuan akademik di lingkungan rumah dan sekolah, sehingga dapat mengakibatkan perkembangan anak tidak optimal dengan timbulnya gangguan perilaku di kemudian hari.

Kondisi Lain yang Menyertai Gangguan Hiperkinetik :

 Gangguan tingkah laku
 Gangguan sikap menentang
 Depresi
 Gangguan cemas
 Kesulitan belajar
 Retardasi mental
 Gangguan pemusatan perhatian (disorder of attention)
 Gangguan pengendalian motorik (disorder of motor control)
 Gangguan persepsi (disorder of perception /DAMP)
 Autisme

Bagaimana Cara Menanggulangi Anak Hiperaktiv ?

Memiliki Pandangan yang Benar Tentang Anak Hiperaktiv
Tingkah laku hiperkinetik bukan kesalahan anak, hal ini disebabkan oleh kegagalan pemusatan perhatian dan pengendalian diri akibat dari hambatan kematangan fungsi otak
Hasil pengobatan akan lebih baik apabila orang tua/guru dapat bersikap tenang dan menerima keadaan ini

Anak hiperkinetik membutuhkan bantuan lebih banyak untuk dapat tetap tenang dan mampu memusatkan perhatian di rumah maupun di sekolah. Beberapa anak hiperkinetik dapat tetap berlanjut mengalami kesulitan ini sampai usia dewasa, namun sebagian besar anak mampu menyesuaikan diri dengan lebih baik .

Mengarahkan Tingkah Laku Anak
Guru / orang tua perlu memberikan umpan balik positif atau penghargaan ketika anak mampu memusatkan perhatian dengan baik

Hindari pemberian hukuman secara berlebihan dan emosional. Disiplin harus diberkan seefektif mungkin

Membantu anak untuk berkonsentrasi lebih baik (misal : tidak diberikan tugas terlalu banyak, anak dihindarkan dari suasana yang dapat mengalihkan perhatiannya)

Aktiviti fizik dan olahraga dapat membantu untuk menyalurkan energi yang berlebihan
Guru dan orang tua perlu bekerja sama dalam mengarahkan tingkah laku anak tersebut

Perubatan
Pemberian psikostimulan dapat memperbaiki konsentrasi dan mengurangi aktivitas yang berlebihan

Kriteria Pedoman Diagnosis Gangguan Hiperkinetik

• Tidak dapat berkonsentrasi
• Paling sedikit terdapat 6 gejala yang menetap minimal selama 6 bulan dari gejala berikut ini :
• Tidak mampu memberikan perhatian pada yang hal-hal kecil, sering membuat kesalahan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi pada waktu mengerjakan tugas sekolah
• Tidak mampu memusatkan perhatian secara terus menerus pada waktu menyelesaikan tugas atau bermain
• Sering tampak tidak mendengarkan
• Sering tidak dapat mengikuti perintah dan gagal menyelesaikan tugas sekolah atau tugas lainnya
• Sering mengalami kesulitan untuk mengatur tugas atau aktivitas lainnya
• Sering menolak atau tidak menyukai tugas yang memerlukan perhatian terus menerus
• Sering kehilangan barang-barang yang diperlukan
• Perhatiannya mudah beralih oleh rangsang dari luar
• Sering lupa dalam menyelesaikan tugas sehari-hari

2. Hiperaktiviti dan Impulsifitas

Paling sedikit terdapat 6 gejala yang menetap minimal selama 6 bulan dari gejala berikut :

Hiperaktiviti
Tidak dapat duduk diam, tangan/kakinya tidak dapat diam Sering meninggalkan tempat duduk pada waktu mengikuti kegiatan didalam kelas atau kegiatan lainnya yang mengharuskan tetap duduk .

 Berlari-lari atau memanjat secara berlebihan
 Tidak dapat mengikuti aktivitas dengan tenang
 Selalu 'bergerak terus' atau berlaku bagaikan didorong oleh 'mesin'
 Sering banyak bicara

Impulsivitas
 Terlalu cepat memberikan jawaban, sebelum pertanyaan selesai didengar
 Sulit menunggu giliran
 Sering melakukan interupsi atau menganggu orang lain

3. Gejala tersebut terjadi sebelum usia 7 tahun

4. Gejala-gejala tersebut terjadi pada lebih dari satu situasi (di rumah, sekolah, dll)

5. Gejala-gejala tersebut secara klinis nyata menimbulkan kendala dalam kegiatan sosial, akademik, dan tugas-tugas lainnya

6. Gejala-gejala tersebut tidak diakibatkan oleh gangguan perkembangan pervasif, skizoprenia, gangguan psikosa lainnya, dan gangguan jiwa yang lain


No comments:

Post a Comment